Minggu, 24 November 2013

Tugas 2 - Pengantar Telematika - Arsiterktur dari Sistem Client pada Jaringan


         Beragam komputer dari vendor yang bermacam-macam bisa saling berinteraksi. Istilah interoperatibilitas sering dipakai untuk menyatakan keadaan ini. Perkembangan ini akhirnya juga disusul oleh kemudahan perangkat lunak untuk saling berinteraksi . Sebuah basis data pada prinsipnya dapat diakses oleh perangkat lunak apa saja. Kebebasan ini merupakan suatu ciri khas pada arsitektur yang dinamakan client/server. Pada arsitektur ini, ada bagian yang disebut client dan ada yang disebut server.
          Client adalah sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data atau layanan ke server. Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Secara fisik, sebuah serevr dapat berupa komputer mainframe, mini-komputer, workstation, ataupun PC atau peranti lain seperti printer, server tidak harus berupa sistem fisik, tetapi juga suatu proses.
        Client mempunyai kemampuan untuk melakukan pemrosesan sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima. Client segera melakukan pemprosesan.
        Model komputasi yang berbasis client server mulai banyak diterapkan pada sistem informasi. Dengan menggunakan arsitektur ini , sistem informasi dapat digunakan dan dibangun dengan perangkat lunak client server yang bermacam-macam dan berbeda-beda.

Arsitektur Single-tier (Satu Lapis)
Semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana, mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternatif. Kelemahan dari arsitektur ini adaLah kurang aman dan kurang memiliki skalabilitas.

Arsitektur Two-tier (Dua Lapis)
Pengolahan informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen database. Arsitektur two tier memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi dan terukur daripada arsitektur single-tier. Arsitektur ini memiliki database pada computer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Arsitektur two- tier memiLiki keLemahan, yaitu biayanya yang mahal, arsitekturnya yang kompleks, tidak adanya pembaruan kode, skalabilitasnya kurang dan tingkat kemanannya kurang. Di samping itu, kelebihan dari arsitektur two tier adalah mudah digunakan oleh pengguna, dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkup kecil sangat cocok menggunakan arsitektur ini.
Gambar Arsitektur Two Tier

Arsitektur Three-tier (tiga Lapis)
Karena arsitektur sebelumnya memiliki cukup banyak kelemahan, maka dikembangkanlah arsitektur three tier ini yang akan membantu mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Arsitektur three-tier memiliki 3 lapisan. Kelebihan dari arsitektur ini adalah memiliki skala yang besar, transfer informasi antara web server dan server database optimal, tidak akan menyebabkan lapisan lain terkontaminasi salah jika salah satu lapisan terdapat keslahan. Dan kekurangannya, arsitektur ini lebih sulit untuk merancang, lebih sulit untuk mengatur dan lebih mahal.
Gambar Arsitektur Three Tier

Keuntungan Arsitektur Client-Server
·         Memberikan keamanan yang lebih baik
·         Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan
·         Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral (pusat)

Kekurangan Arsitektur Client-Server
·         Membutuhkan software NOS yang mahal contoh : NT atau server Windows 2000, XP,Novell, UNIX
·         Membutuhkan hardware yang lebih tinggi dan mahal untuk mesin server
·         Membutuhkan administrator yang Profesional
·         Mempunyai satu titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tak ada jika server mati.

Kesimpulan
Suatu arsitektur yang membedakan fungsi komputer menjadi server juga client, yang memiliki tugas yang berbeda. Server adalah komputer atau yang menyediakan layanan data kepada komputer lain yang terhubung dengan system tersebut, dan komputer yang meminta layanan data kepada server disebut Client.

Sumber :

Minggu, 10 November 2013

Tugas 1 - Pengantar Telematika - Telematika


Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE”  yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).

Menurut Pengantar MK. Hukum Telematika FH UI Istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media, dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net.

Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi atau Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics). 

Dalam penggunaannya telematika akan memberikan dampak bagi masyarakat. Dampak yang terjadi dari perkembangan telematika itu dapat bersifat positif, seperti:
1.        Kemudahan dalam memperoleh Informasi secara cepat. 
2.    Informasi yang diperoleh dapat bersifat real time artinya pada saat itu juga. Selain itu informasi yang diinginkan dapat diperoleh secara langsung pada sumbernya sehingga mengurangi adanya distorsi informasi.
3.        Transparasi dalam Informasi. Informasi dapat diketahui siapa saja karena adanya keterbukaan.
4.        Kemudahan dalam memperoleh data. Dengan adanya perkembangan telematika kita dapat memperoleh data dan Informasi dari berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
5.        Penghematan Waktu. Orang tidak perlu lagi mengorban waktu untuk mengantri lama dalam melakukan transaksi keuangan tetapi cukup dengan melakukan transaksi melalui internet atau ponsel genggam.

     Selain dampak positif tersebut, penggunaan telematika juga dapat memberikan dampak negatif kepada masyarakat, seperti:
1.        Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
2.        Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
3.        Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
4.        Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
5.        Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.

Kesimpulan :
Telematika adalah sarana komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik, yang merupakan perkembangan dari teknologi komunikasi, media dan informatika dengan jangkauan seluruh dunia. Telematika juga dapat memberikan manfaat bagi beberapa bidang contohnya dalam bidang pendidikan seperti perpustakaan online, ensiklopedia, dan sebagainya.

Sumber :

Senin, 10 Desember 2012

Tulisan 3 - Bahasa Indonesia 1 - Berkembangnya K-Pop Di Indonesia

K-Pop atau Korean Pop adalah jenis musik populer dari korea selatan. Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan.

Awal mula demam K-Pop adalah pada tahun 2002 pada saat drama korea disiarkan di televisi swasta, karena ke populeran drama korea tersebutlah hal-hal yang berbau korea sangat digandrungi dan diminati di Indonesia. ini di sebabkan karena artis korea yang bermain drama tidak hanya hebat dalam berakting saja tapi mereka juga menyanyi untuk lagu soundtrack drama tersebut karena kebanyakan drama korea itu menggunakan original soundtrack. Karena kedinamisan musik dan drama inilah yang menyebabkan ketertarikan musik korea di Indonesia bahkan di dunia. Karena perpaduan antara musik dan drama dapat membuat penonton terhanyut kedalam ceritanya.

Berawal darisinilah K-Pop mulai merambah Indonesia. Selain karena musik  dance para personil boy - girlband korea juga sangat menarik itulah yang menambah daya pikat K-pop. selain itu juga penampilan mereka yang sangat menarik dan juga biasnaya para boy-girlband korea memiliki personil yang lumayan banyak jadi para penggemar dapat memilih idola mereka dengan lebih variatif.

Sumber : Disini

Sabtu, 10 November 2012

Tugas 3 - Bahasa Indonesia 1 - Menentukan Judul dan Tema Karangan Yang Baik


Untuk mendapatkan Judul / Tema yang baikdalam suatu karangan harus memperhatikan beberapa hal :

Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk membuat Judul karangan yang baik :
      1.       Sesuai topic
      2.       Sesuai isi karangan
      3.       Tidak terlalu panjang (hanya 9 kata, tidak termasuk kata tugas seperti : di,ke,dari,dan)
      4.       Berbentuk frasa bukan kalimat (tidak memiliki Subjek & Predikat)
      5.       Jelas & terdiri dari ragam denotasi
(Contoh :Upaya Meningkatkan Pendap atan Daerah Melalui SektorPertanian)
Yang diketikdengan warna merah adalah variabel terikat (menuju keinti permasalahan).
Yang diketikdengan warna hijau adalah variabe bebas.

 Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk membuat Tema Karangan yang baik :

       1.       Menarik (Trending Topik)
       2.       Dikuasai (Penguasaan evidensi, wujudnya data & informasi)
       3.       Terbatas
       4.       Didukung (Data / Evidensi )

Tulisan 2 - Bahasa Indonesia 1 - Menengok Bahasa Alay


Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling santer adalah anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan “anak kampung”, karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.
Bahasa alay sekarang ini semakin menjamur di Indonesia. Akan tetapi walaupun banyak yang menganggap bahasa ini aneh dan kampungan tetapi bahasa alay ini justru malah menjadi trend bahasa anak muda jaman sekarang. Banyak dari mereka yang bangga dan nampaknya senang melestarikan bahasa tersebut. Bahkan diiklan dan di acara televisi banyak yang menampilkan bahasa seperti itu yang mana dapat membauat budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar dapat tersingkirkan.
Sejarah
Bahasa Alay muncul pertama kalinya sejak ada program SMS (Short Message Service) atau pesan singkat dari layanan operator yang mengenakan tarif per karakter ataupun per SMS yang berfungsi untuk menghemat biaya. Namun dalam perkembangannya kata-kata yang disingkat tersebut semakin melenceng, apalagi sekarang sudah ada situs jejaring sosial.  Dan sekarang penerapan bahasa Alay sudah diterapkan di situs jejaring sosial tersebut, yang lebih parahnya lagi sudah bukan menyingkat kata lagi, namun sudah merubah kosa katanya bahkan cara penulisannya pun bisa membuat sakit mata orang yang membaca karena menggunakan huruf besar kecil yang diacak ditambah dengan angka dan karakter tanda baca. Bahkan arti kosa katanya pun menceng jauh dari yang dimaksud.
Dampak Positif
Dengan digunakannya bahasa Alay adalah remaja menjadi lebih creative. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa Alay ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi, tepat, media dan komunikan yang tepat juga. Ada juga yang mengatakan bahwa bahasa Alay itu adalah seni. Dengan mengkombinasikan antara huruf dan angka, setidaknya membuat orang lain untuk lebih mencermati bahwa kombinasi itu bisa di baca. Atau mungkin juga bisa jadi sebuah simbol atau kode rahasia.
Dampak Negatif
Penggunaan bahasa Alay dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah, ulangan atau tugas sekolah dikerjakan dengan menggunakan bahasa Alay. Karena, bahasa Alay tidak masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Begitu juga di kantor, laporan yang kita buat tidak diperkanakan menggunakan bahasa Alay. Jadi, ketika situasi kita dalam situasi yang formal jangan menggunakan bahasa Alay sebagai komunikasi. Maka sebaiknya bahasa-bahasa Alay digunakan pada tempat, situasi dan forum yang tepat.
Bahasa Alay dapat mengganggu siapapun yang membaca dan mendengar kata-kata yang termaksud di dalamnya. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari kata-kata Alay tersebut. Terlebih lagi dalam bentuk tulisan, sangat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya.

Sumber :Disini


Tugas 2 - Bahasa Indonesia 1 - Berbicara Sesuai Konteks


Berbicara dengan bahasa yang benar dan dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah untuk bahasa baku tertulis maupun bahasa baku lisan. Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada suatu kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal, penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi pilihan atau prioritas utama dalam berbahasa. Seperti sudah saya jelaskan tadi, penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku.
Masalah yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain adalah disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa kita sadari sering digunakan dalam komunikasi resmi . Ketika SBY berpidato di hadapan ribuan anak pada perayaan Hari Anak 29 Agustus lalu. Dengan sasaran pidato anak-anak, SBY menggunakan bahasa “tingkat tinggi” yang sulit untuk dipahami oleh anak-anak. SBY juga menggunakan istilah-istilah Bahasa Inggris, dimana tidak semua anak mengerti bahasa Inggris. Apalagi, istilah Inggris yang diucapkan SBY, adalah istilah yang menyangkut konteks pembangunan, bukan istilah bahasa Inggris sehari-hari yang dekat dengan dunia anak.

Berikut beberapa contoh bahasa Inggris yang diucapkan SBY dalam pidatonya pada ribuan anak:
·         Mindset
·         Culture shock
·         Future shock
·         all the flowers of all the tomorrows are in the seeds today

Yah, jelas saja kalau anak-anak bosan, mengantuk, dan bahkan ada yang tertidur. Karena, bahasa yang digunakan itu terasa “jauh” dari dunia anak-anak.
Jadi, jelaslah bahwa berkomunikasi dalam bahasa yang sesuai dengan lawan bicara, adalah syarat penting demi tercapainya tujuan komunikasi. Semua tergantung diri untuk memahami “apa dan siapa” lawan bicara dan mencoba berbicara dalam ranah mereka.
Sumber : Disini dan Disini